Filed under: homeschooling
seminggu lalu kayla dan alif belajar kalimat Toyyibah
ini resumenya buat temen-temen. Saat ini papa lagi bikin filmnya untuk memahami kalimat-kalimat ini.
Masya Allah. Artinya “Allah yang menghendaki demikian”
Diucapkan ketika melihat kebesaran dan keagungan ciptaan Allah SWT.
Misalnya melihat pemandangan yang indah, melihat gajah yang bisa bermain bola, melihat semut yang bisa bergotong royong, dan sebagainya

Astagfirullah. Artinya “saya mohon ampun kepada Allah SWT”
(disebut juga bacaan istigfar)
Diucapkan ketika melakukan kesalahan, dosa atau lupa.
Misalnya berbohong, lupa sholat, lupa mengerjakan PR, dan sebagainya
Innalillahi Wainna ilaihi Raji’un Artinya “sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali”
(disebut juga bacaan istirja) Diucapkan ketika mendapat musibah atau melihat/mendengar orang meninggal.

Bismillahirrahmanirahim Artinya “dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
(disebut juga bacaan basmalah) Diucapkan ketika memulai mengerjakan pekerjaan yang baik, seperti makan, membaca buku, menulis belajar dan sebagainya
Alhamdulillahi rabbil alamin Artinya “segala puji Allah yang menguasai sekalian alam”
(disebut juga bacaan hamdallah)
Diucapkan ketika selesai mengerjakan pekerjaan yang baik, seperti makan, membaca buku, menulis belajar dan sebagainya
Filed under: Ilmu, homeschooling, keseharian alif dan kayla | Tags: resume pelajaran alif
A.DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI
Perbuatan baik yang dapat dilakukan kepada orang tua kita :
1.Patuh dan hormat kepada orang tua
2.Menyenangkan hati kedua orang tua
3.Berkata yang sopan dan lemah lembut
4.Mendoakan kedua orang tua agar Allah member maaf segala kesalahan dan dosa-dosanya
5.Membantu perkerjaan orang tua agar kehidupan rumah tangga tentram
B. KETIKA ORANG TUA (AYAH/IBU) SAKIT
Ketika orang tua kita sakit banyak sekali perbuatan baik yang kita lakukan :
1.Merawatnya dengan sabar dan penuh perhatian
2.Tunjukilah kepada ayah/ibu kita yang sedang sakit, bahwa kita anak yang berbakti kepadanya
3.Hiburlah hati mereka dengan kata-kata yang lemah lembut
4.Mendoakan agar mereka cepat sembuh
C.KETIKA ORANG (AYAH/IBU) MENINGGAL
Apabila kematian menimpa orang tua kita, ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain :
1.Harus tabah dan ikhlas menerima kematian orang tua
2.Ucapkanlah Innalillahi Wainna ilaihi Raji’un Artinya “sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali”
3.Mendoakan ayah/ibu yang telah meninggal dunia
4.Menjaga nama baik orang tua dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
5.Tetap melanjutkan silaturahim kepada sanak family dan kerbata karib orang tua
Siapakah orang yang sibuk? Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Siapakah orang yang manis senyumanya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata “Inna lillahi wainna illaihi rajiuun.”
Lalu sambil berkata,”Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang p ali ng cantik? Orang yang p ali ng cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal? Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah org yg PELIT ? Orang yang pelit ialah orang yg membiarkan atau membuang renungan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada orang lain.
Ya Allah jadikan hamba orang yang Kau cintai..dan pandai bersyukur…amien
Filed under: keseharian alif dan kayla
Wahai hamba-Ku, kalian telah menginjak-injak harga diri-Ku
Padahal di hari perhitungan kelak,
Aku tak menagih bangunan masjid darimu
Yang Aku tagih adalah ahlakmu
Wahai hamba-Ku
Kalian telah menabuh genderang perang kepadaKu
Kalian tak henti-henti mengkhianati cintaKu
Tapi tatkala beberapa saat memasuki rumah-rumahKu -
kalian berpura-pura memujiKu dan menangis-nangis kepadaKu
Di seberang sana kalian memenuhi RamadhanKu
dengan budaya kemunafikan
dengan tayangan-tayangan yang seakan-akan menghormatiku
dengan kostum-kostum kepura-puraan dan ucapan-ucapan
yang bergelimang kepalsuan.
Wahai hamba-Ku
Kalian telah melecehkan kesucian bulan Ramadhan-Ku
Kalian memperlakukan-Ku dengan semena-mena
Kalian menyempitkan dan memenjarakan hak-hak-Ku
Kalian berlaku seakan-akan tempat tinggal-Ku adalah di masjid
Kalian berbuat seolah-olah giliran kalian kekuasaan-Ku hanya di bulan Ramadhan
Kalian meremehkan-Ku dengan menyangka
Bahwa kalian bisa mengelabui Aku dengan pakain Ramadhanmu
Yang kalian pikir membuat kalian menjadi muslim yang soleh
Kepandaian kalian yang sudah menembus langit
dan bermilyar-milyar wilayah frekuensi
Tidak pernah mau belajar bahwa Aku
Tidak menomorsatukan jenis pakaian kalian
Tidak mengutamakan simbol-simbol budaya kalian
Tak pernah mau tahu bahwa yang Aku nantikan
dengan penuh kerinduan
adalah cinta dan ketaatan kalian
Wahai hamba-Ku
Kalian menyakiti hati-Ku
Wahai hamba-Ku
Kalian melecehkan cinta-Ku
Wahai hamba-Ku, teruslah berdzikir
Karena untuk menaburkan rahmat
Aku tidak pernah kikir
Aku tumpahkan, senantiasa Aku tumpahkan
rahmat Ku, bagai hujan deras
Dan itu senantiasa Aku lakukan,
Tanpa terpengaruh oleh jiwa munafikmu
Wahai hamba-Ku, teruslah berwirid
Dan meskipun bunglon kepribadianmu
Menusuk-nusukan rasa sakit
Sungguh Aku haramkan rasa sakit untuk menimpaKu
karena segala sesuatu ini adalah makhluk ciptaan-Ku
yang Aku kuasai sepenuhnya, termasuk rasa sakit
Wahai hamba-Ku, teruslah berdzikir dan berwirid
Untuk menyogok-Ku
Untuk memperdayai-Ku
Tumpahkan air mata
Sampai memenuhi tujuh samudera
Hiasilah dunia dengan keindahan warna dan suara
Mantaplah dengan segala yang kalian sembunyikan
di dalam jiwa
Sebab Akupun Maha Menahan Diri untuk
Menyimpan segala pengetahuan-Ku
Tentang rahasia-rahasia
Kalian punya peluang sangat besar
Dan rentang waktu yang sebesar-besarnya
Karena sesudah Aku turunkan Muhammad
(usholli wa usallim ‘alaih)
Aku bersedia menunda hukuman
Dan adzab atas siapa saja
Wahai hamba-Ku
Meskipun Aku Akbar dan ‘Adhim
Maha Besar dan Maha Agung
Namun Aku persilahkan
Kalian mengecilkan-Ku
Meskipun Aku Qowi dan Matin
Maha Sakti dan Maha Perkasa
Namun Aku persilahkan
Kalian mengkerdilkan-Ku
Meskipun Aku Jabbar dan Mutakabbir
Maha Sakti dan Maha Mengatasi
Aku persilahkan
Kalian merasa seakan mengalahkan-Ku
Meskipun Aku Kholiq dan Bari~
Maha Pencipta dan Maha Menata
Aku biarkan kalian mengaku-aku
Dan menyusun tatanan kalian sendiri
Wahai hamba Ku
Aku adalah Syadid, yang Maha Menyiksa
Aku adalah Mudhill, yang Maha Menyesatkan
Aku adalah Hakam, yang Maha Menghukum
Tetapi tenanglah jiwa kalian
Sebab kaki kanan-Ku adalah Hadi
Maha Penuntun
Kaki kiri-Ku adalah Fattah
Maha Membukakan Kesempatan
Tangan kanan-Ku adalah Halim
Maha Penyantun
Tangan kiri-Ku adalah Karim
Maha Pemberi Kemuliaan
Dan wajah-Ku, dan icon-Ku
Dan identitas utama-Ku, dan logo-Ku
Adalah Rahman Rahim
Maha Pengasih Maha Penyayang
Tenteramlah kalian
Bersukarialah kalian
Merdekalah kalian
Merdekalah dari Aku
Bahkan Aku antarkan kalian
Aku antarkan kepala kalian
Ke tangan musuh kalian
Emha Ainun Nadjib
Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan amal ibadah. Karena di sepuluh malam terakhir, terdapat Lailatul Qadr, suatu malam di mana jika seseorang beribadah di malam itu, nilainya lebih baik dari ibadah seribu bulan. Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah i’tikaf.
“Bahwa Rasulullah beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat” (HR Bukhari)
10 hari Ramadhan 1429H putaran kedua hampir berakhir..Mulai terngiang kata i’tikaf. Mencari makna kata Itikafpun di lakukan. Didapatlah Itikaf yang tentunya dari bahasa arab yang berasal dari ‘akafa alaihi’, artinya senantiasa atau berkemauan kuat untuk menetapi sesuatu atau setia kepada sesuatu. Secara harfiah kata i’tikaf berarti tinggal di suatu tempat, sedangkan syar’iyah kata i’tikaf berarti tinggal di masjid untuk beberapa hari, teristimewa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Yang pengen beritikaf ..ayo sama-sama kita bikin agenda dan ibadah yang mungkin bisa kita jalankan selama beritikaf (kasih comment ya sekalian koreksi dan masukannya)
• Magrib : ifthar (berbuka puasa bersama) dan shalat magrib berjamaah
• Isya : Shalat Isya dan tarawih berjamaah, ceramah tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kajian akhlak. Tidur hingga jam 02.00 lalu kita lanjutkan dengan Qiyamullail (sholat malam), muhasabah, dzikir, dan doa. Jelang shubuh kita jalankan Sahur.
• Subuh: shalat Subuh, dzikir dengan bacaan-bacaan yang ma’tsur (al-ma’tsurat), tadarus Al-Qur’an.
• Pagi: istirahat, mandi, cuci pakaian (inget waktu kost-kostan ya), dan melaksanakan hajat yang lain (sebisa mungkin di dalam lingkungan mesjid)
• Dhuha: shalat Dhuha, tadzkiyatun nafs (beragam ibadah dan amal-amal shalih yang telah disyariatkan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah) dan kuliah dhuha (mudah2an mesjid menyelenggarakannya)
• Zhuhur: shalat Zhuhur, kuliah zhuhur, dan tahsin tilawah.
• Ashar: shalat Ashar dan kuliah ashar, dzikir dengan bacaan-bacaa yang ma’tsur (al-ma’tsurat).
MAA YUSANNU LIL MU’TAKIF (Apa-apa yang disunnahkan pada orang yang i’tikaf):
Puasa pada selain bulan Ramadhan dibolehkan i’tikaf tanpa berpuasa (berdasarkan hadits Umar no. 2043 di atas)
Shalat malam baik berjama’ah maupun sendiri-sendiri (berdasarkan hadits Abu Hurairah, Fathul Bari, Kitab Shalat Tarawih, bab Keutamaan org yang melakukan Qiyam Ramadhan, hadits no. 2009)
Menanti lailatul qadar (berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10 yang akhir & i’tikaf di mesjid-masjid, hadits no. 2027)
Membaca al-Qur’an, berdasarkan firman ALLAH SWT pada surat Al-Baqarah (2) ayat 185 : “…bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
Berdzikir, membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat, istighfar (berdasarkan firman ALLAH SWT QS Al-Ahzab, 33:41 dan hadits Aisyah ra, Fathul Bari, Kitab )
Berdoa, berdasarkan Firman ALLAH SWT surat Al-Baqarah (2) ayat 186: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
MAA YUBAAHU LAHU (Apa-apa yang dibolehkan bagi yang i’tikaf):
Perbuatan-perbuatan yang mubah seperti mandi, berminyak wangi, mencukur rambut, berhias, disisir rambut oleh istri, mencuci rambut/keramas (Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab wanita haid menyisir rambut org yang i’tikaf)
Boleh bercakap-cakap dengan orang lain, berduaan dengan istri, ataupun karena ada keperluan keluar ke pintu mesjid atau kerumahnya, kemudian kembali lagi (berdasarkan hadits Shafiyyah ra, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab Apakah orang yang i’tikaf boleh keluar untuk keperluannya ke pintu masjid, Hadits no. 2035 & no. 2038)
Wanita yang sedang istihadhah (mengeluarkan darah bukan karena haid) boleh ikut i’tikaf (berdasarkan hadits Aisyah ra, Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, bab i’tikaf bagi wanita yang Mustahadhah, hadits no. 2037)
Orang yang i’tikaf boleh membatalkan i’tikafnya karena sesuatu hal yang penting (Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, Bab Orang yang i’tikaf lalu tampak baginya keinginan untk keluar dr i’tikaf, hadits no. 2045)
Orang yang i’tikaf boleh membawa barang-barang yang diperlukan, seperti alas tidur ke dalam mesjid (Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, Bab Orang yang keluar dari i’tikafnya di waktu shubuh, hadits no. 2040)
ALLAHu a’lam bish Shawab…
Filed under: keseharian alif dan kayla, pengalamanku | Tags: genjot, jalur jpg, mtb, sepeda gunung
Bumi…Bulan…
Matahari…Hutan..dan ..Samudera…
Serta adanya jagad raya telah menanti
Marhaban Yaa Ramadhan
Marhaban Syahrus Shiam
Meski diri terlalu lekat berbalut khilaf
Semoga Allah senantiasa membuka pintu maaf
Dan selalu menghapus segala khilafku
Dan kau .. wahai keluargaku, saudaraku dan sahahabat-sahabatku
Maafkan bila aku telah dan pernah menyakiti kalian
Dan padaMu Yaa Rabb…
Engkau begitu Pengasih dan Penyayang kepadaku
Hingga kau kirimkan padaku, dia dan kami semua bulan Ramadhan yang mulia
agar kami dapat membersihkan diri dari dosa dan noda yang pernah kami lakukan
Karena pula Kau tahu umatMu ini tak sanggup menghadapi api neraka
Mari kita jaga kesucian cinta kita
Hingga kita bisa terus istiqomah terus di jalanNya
Seperti dedaunan yang senantiasa rimbun
Bagai matahari yang selalu menyinari bumi
Laksana bumi yang senantiasa tak pernah lelah menopang langkah kita
Padamu Yaa Rabb..
Ampuni segala dosa-dosa kami
Dosa-dosa yang telah kami lakukan
Dosa atas penglihatan, pendengaran dan penciuman kami
Yaa Allah Engkau Maha Pengampun dan Pengasih
Marhaban Yaa Ramadhan
Kupasrahkan diri ini padamu Yaa Ramadhan
Berharap diri suci kembali
Seperti saat kami dilahirkan
Seperti dedaunan yang selalu rimbun menghijau
Dan akar-akarnya yang selalu menyangga dengan perkasa
Selamat Datang Bulan Suci..
Aku telah menantimu
Marhaban Syahrus Shiam
Marhaban Yaa Ramadhan














