Alifdankayla’s Weblog


TIPS CARA MENGISI BAHAN BAKAR KENDARAAN ANDA

Seorang teman mengirimkan catatan seperti tertulis di bawah ini:

BELILAH BAHAN BAKAR ATAU ISILAH MOBIL ATAU MOTOR ANDA DENGAN BAHAN BAKAR PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH
MASIH DINGIN. Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang hari……..sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli. Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin, diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1 derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

SALAH SATU YANG PALING PENTING ADALAH ISI BAHAN BAKAR SAAT TANKI KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH.
Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi. Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati ada ganti rugi/kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

YANG PERLU DIINGAT LAGI, JANGAN ISI BENSIN JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG MENGISI TANKI PENYIMPANAN
Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan anda. Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.



How to : menyiapkan si kecil di hari pertama sekolahnya
July 15, 2008, 10:57 am
Filed under: |HOW TO | Tags: ,

1. Kunjungi sekolahnya
Beberapa sekolah menganjurkan murid dan orangtuanya untuk berkunjung ke sekolah dan ketemu dengan guru. Tidak hanya menimbulkan ketentraman, tetapi juga menciptakan hubungan yang baik, a familiar face untuk anak anda terutama di hari pertama sekolahnya. Selama pertemuan ini, cobalah untuk mendapatkan jadwal pelajaran/aktivitas sekolah sehingga anda bisa mengkondisikan anak anda lebih baik.

2. Peralatan tulis menulis
Pastikan peralatan tulis menulisnya sudah dipersiapkan. Biasanya sekolah telah menyediakan semua kebutuhan tersebut. Dan memang semua peratalan itu tidak di bawa pulang. Guru akan menuliskan nama di peralatan tulis menulis tersebut. Selain untuk memastikan tidak tertukar, murid akan diajarkan tanggung jawab dari dini.

3. Mengatur waktu
Mengorganisir adalah kunci sebuah kesuksesan. Mulailah untuk menciptakan rutinitas Antara anda dan anak anda untuk menjalani hari-hari selama dia sekolah. Atur waktu sedemikian antara bermain dan. Jika anda menyediakan/membungkus makanan siangnya, pertimbangkan untuk memberikan makanan yang. Dan yang paling penting, pastikan anak anda tidur tepat waktu. Seperti orang tua pada umumnya, anda pasti menginginkan anak anda ingin melakukan yang terbaik. So, sleep is a must.

4. Support
Di hari pertama sekolahnya, jangan ragu untuk memberinya banyak pelukan dan ciuman. Bicarakanlah hal-hal yang positif pada saat dia bertemu dengan teman-teman barunya dan mengenal hal-hal baru lainnya. Katakan kepada anak anda, bahwa anda akan menunggu sampai akhir pelajaran atau terus terang katakan bahwa anda akan menjemput nanti sepulang sekolah. Ketika anda tiba di rumah, tanyakan tentang pengalamannya selama di sekolah. Jangan terkejut apabila anda mendengar jawaban darinya “ngga ada” atau “ngga tau” atau “aku tidak ingat” . Tanyakan, apakah kamu bertemu dengan teman baru, apakah kamu bermain dengan mereka?

5. Ambil Foto
Hal yang sangat dianjurkan untuk mengambil foto anak anda di saat hari pertama dia bersekolah. Hal ini tidak hanya dapat menunjukkan kepada anda betapa membanggakan dia, tapi ini akan menunjukkan kepada anda nanti betapa banyaknya perubahan yang akan terjadi pada anak anda di akhir sekolahnya.



Selamat ulang tahun Ma|11 July 2008
July 10, 2008, 8:08 pm
Filed under: keseharian alif dan kayla | Tags: ,

Tulisan ini kupersembahkan untukmu
untuk mengenang hari kelahiranmu
dan bertambahnya usiamu
kini kau telah menjadi seorang ibu
dari dua bocah yang lucu-lucu.

Hari ini, hari yang kau tunggu
bertambah satu tahun usiamu
semoga kamu semakin bahagia

semoga Ridha dan Karunia Allah SWT senantiasa
mengguyur tanpa henti padamu, padaku, dan
pada anak-anak kita
terimakasih atas bakti dan cintamu yang telah membuat
segenap hariku berwarna ceria sepanjang waktu

aku juga ingin memberi hadiah “Do’a Setulus Hati”
semoga Tuhan melindungi kamu
serta tercapai semua angan dan cita-citamu

tetaplah menjadi pasangan hatiku, mengarungi
bahtera kehidupan, dalam suka maupun duka



Shalat Sebelum Dishalati
July 8, 2008, 8:31 am
Filed under: |oase iman | Tags: , , , ,

Hari minggu kemarin, 2 orang saudaraku meninggal dunia. yang pertama seorang ibu muda meninggal di pagi hari sekitar jam 7:30 karena infeksi pada tulang belakang yang membuat dirinya lumpuh setengah badan, sedangkan yang satu adalah seorang nenek yang sakit karena gula. Nenek ini meninggal sekitar pukul 14:00. Hmm malamnya aku bermimpi gigiku copot 2 dari rahang atas…hmm bukan bermaksud percaya dengan tahayul..cuma inget aja cerita-cerita orang tua he he he.

Hanya sempet ikut sholatin mayat nenek Jaja, sedangkan yang satunya ngga sempet.

hari ini kebetulan baca tulisan yang ada kaitannya dengan cerita di atas..mungkin berguna untuk aku baca nanti
:
Shalat Sebelum Dishalati

Dini hari itu, ruang kerja kami sudah lengang. Hanya tertinggal saya dan beberapa rekan saja yang masih berada di kantor. Seusai deadline, biasanya hal yang sangat saya sukai adalah memandang keluar dari balik kaca kantor. Ditemani secangkir kopi, saya berkontemplasi dan mencatat dalam memori apa-apa saja yang akan saya evaluasi. Saya tertegun sejenak saat membaca buku tentang shalat. Betapa selama ini banyak orang mengerjakan shalat, tapi belum sepenuhnya paham esensi salah satu rukun Islam tersebut.

Jika ditelaah, shalat adalah ibadah yang menyehatkan. Shalat membawa banyak manfaat yang luar biasa. Salah satu manfaatnya, shalat bisa memperlancar peredaran darah. Maka, sudah semestinya kita bersyukur karena Allah mewajibkan setiap muslim untuk shalat. Tidak lain, hal tersebut bertujuan demi kebaikan hamba itu sendiri.

Zaman semakin modern, semakin banyak pula orang mengesampingkan ibadah shalat. Ada saja alasan untuk tidak shalat. Pekerjaan yang menyita perhatian, pikiran, dan tenaga dijadikan alasan melalaikan shalat. Masya Allah.

Banyak orang mengaku muslim, tapi rukun Islam tentang shalat sering diabaikan dan tidak dikerjakan. Saya pernah mendengar ada orang yang mengatakan bahwa tidak shalat tidak apa-apa yang penting beramal baik. Astaghfirulah, dari mana pemahaman seperti itu?

Allah berfirman: ”Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) saqar ini? (Mereka menjawab) kami dahulu termasuk orang-orang yang tidak menunaikan shalat.” (Al-Mudatsir 42–43).

Sudah pasti bahwa siksa Allah itu pedih. Meninggalkan shalat dengan sengaja pun termasuk dosa besar. Tidak ada pengecualian untuk meninggalkan shalat kecuali tiga hal. Yakni, anak kecil hingga baligh, tertidur hingga bangun, orang gila hingga sembuh atau orang yang sudah meninggal. Nah, jelaslah bahwa shalat itu tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apa pun. Maka, takutlah jika kita meninggalkan shalat.

Rasulullah SAW bersabda: ”Seringan-ringannya siksa pada hari kiamat ialah orang yang padanya diletakkan dua batu bara api neraka di bawah tumitnya yang mampu mendidihkan otaknya. Pada saat itu, dia merasa bahwa tidak seorang pun yang lebih kuat siksaan yang diterimanya dibandingkan orang lain. Padahal, sesungguhnya itulah siksaan yang seringan-ringannya (HR Bukhari dan Muslim).

***

Dalam suatu perjalanan ke masjid untuk shalat Jumat, saya tertegun karena di jalan masih begitu ramai. Aktivitas orang-orang pun masih berlanjut. Saat azan diperdengarkan, masih banyak orang yang nongkrong di warteg. Masih banyak orang yang sibuk belanja di mal atau pusat perbelanjaan. Tidak sedikit pula orang yang masih sibuk dengan pekerjaan mereka. Suara panggilan shalat ternyata masih banyak direspons secara cuek. Padahal, mereka sadar bahwa shalat adalah kewajiban. Shalat juga merupakan tiang agama. Siapa yang menunaikan shalat, dia telah menegakkan tiang agama. Dan siapa yang meninggalkan shalat, dia telah merobohkan tiang agama.

Dalam suatu kesempatan lain, saya menghadiri pemakaman tetangga kampung kami. Tampak, beberapa anggota keluarga si jenazah larut dalam kesedihan. Setelah dimandikan dan dishalati, kami mengantarkan almarhum sampai di makam. Kami ikut memanjatkan doa dan setelah itu kembali lagi ke rumah.

Saya tertegun dan berpikir, ”Inilah (kuburan) rumahku kelak.” Orang kalau sudah mati tidak akan bisa apa-apa. Dia tidak membawa apa-apa, kecuali kain kafan. Putus sudah semua amalan di dunia jika maut telah menjemput. Yang tertinggal hanya tiga perkara. Yakni, amal saleh (jariyah), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

Malam-malam di kantor, saya kembali merenung, betapa banyak dosa yang telah saya perbuat. Betapa dhaif dan lemahnya manusia sebagai hamba ALlah. Sebab, tiadalah manusia bisa berbuat apa-apa selain karena pertolongan Allah Yang Maha Perkasa. Dalam qiyamul lail, tak sengaja mata saya basah. ”Bisa apa aku kelak sesudah mati? Sebab, semua ini hanyalah titipan-Mu ya Allah..”

Fajar hampir menjelang di balik kaca kantor. Dingin dan sepi. Lidah ini seakan beku tak tahu harus berucap syukur apa lagi. Dua rakaat Subuh begitu terasa damai dan nikmat. Lalu, mengapa masih banyak kaum di antara kita meninggalkan shalat dengan sengaja? Betapa sebenarnya Allah itu benar-benar maha pengasih dan penyayang. Namun, kebanyakan hamba-hamba-Nya lupa akan segala curahan nikmat dan anugerah-Nya. Padahal, jika mati, kita tidak akan membawa jabatan, keluarga, apalagi harta.

Jangan sampai kita menyesal di kampung akhirat nanti hanya karena terus memikirkan duniawai. Sebab, dunia hanya persinggahan sejenak dan penuh senda gurau. Shalat adalah tiang agama. Maka, hendaklah shalat itu dijadikan sebagai sebuah kebutuhan sebelum kelak kita akan dishalati.

Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya, Kami telah memperingatkan kepadamu akan (terjadinya) azab yang dekat pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya. Dan orang kafir berkata: ”Aduhai! Sekiranya aku menjadi tanah!” (An-Naba’: 40).

di tulis oleh prasetyo_pirates@yahoo.co.id