Alifdankayla’s Weblog


Kalimat Toyyibah
February 20, 2009, 6:39 am
Filed under: homeschooling

seminggu lalu kayla dan alif belajar kalimat Toyyibah
ini resumenya buat temen-temen. Saat ini papa lagi bikin filmnya untuk memahami kalimat-kalimat ini.

Masya Allah. Artinya “Allah yang menghendaki demikian”
Diucapkan ketika melihat kebesaran dan keagungan ciptaan Allah SWT.
Misalnya melihat pemandangan yang indah, melihat gajah yang bisa bermain bola, melihat semut yang bisa bergotong royong, dan sebagainya

elephant

Astagfirullah. Artinya “saya mohon ampun kepada Allah SWT”
(disebut juga bacaan istigfar)
Diucapkan ketika melakukan kesalahan, dosa atau lupa.
Misalnya berbohong, lupa sholat, lupa mengerjakan PR, dan sebagainya

Innalillahi Wainna ilaihi Raji’un Artinya “sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali”
(disebut juga bacaan istirja) Diucapkan ketika mendapat musibah atau melihat/mendengar orang meninggal.

earthquake

Bismillahirrahmanirahim Artinya “dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
(disebut juga bacaan basmalah) Diucapkan ketika memulai mengerjakan pekerjaan yang baik, seperti makan, membaca buku, menulis belajar dan sebagainya

Alhamdulillahi rabbil alamin Artinya “segala puji Allah yang menguasai sekalian alam”
(disebut juga bacaan hamdallah)
Diucapkan ketika selesai mengerjakan pekerjaan yang baik, seperti makan, membaca buku, menulis belajar dan sebagainya



Adab sama orang tua (resume Agama SD kelas 2)
February 8, 2009, 11:07 am
Filed under: Ilmu, homeschooling, keseharian alif dan kayla | Tags:

A.DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Perbuatan baik yang dapat dilakukan kepada orang tua kita :
1.Patuh dan hormat kepada orang tua
2.Menyenangkan hati kedua orang tua
3.Berkata yang sopan dan lemah lembut
4.Mendoakan kedua orang tua agar Allah member maaf segala kesalahan dan dosa-dosanya
5.Membantu perkerjaan orang tua agar kehidupan rumah tangga tentram

B. KETIKA ORANG TUA (AYAH/IBU) SAKIT

Ketika orang tua kita sakit banyak sekali perbuatan baik yang kita lakukan :
1.Merawatnya dengan sabar dan penuh perhatian
2.Tunjukilah kepada ayah/ibu kita yang sedang sakit, bahwa kita anak yang berbakti kepadanya
3.Hiburlah hati mereka dengan kata-kata yang lemah lembut
4.Mendoakan agar mereka cepat sembuh

C.KETIKA ORANG (AYAH/IBU) MENINGGAL

Apabila kematian menimpa orang tua kita, ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain :

1.Harus tabah dan ikhlas menerima kematian orang tua
2.Ucapkanlah Innalillahi Wainna ilaihi Raji’un Artinya “sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali”
3.Mendoakan ayah/ibu yang telah meninggal dunia
4.Menjaga nama baik orang tua dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
5.Tetap melanjutkan silaturahim kepada sanak family dan kerbata karib orang tua



tsunami
May 7, 2008, 10:53 am
Filed under: Ilmu, homeschooling | Tags: ,

Kemarin mas alif tiba-tiba nanya, “Papa, tsunami itu serem ya”? sebenarnya tsunami itu karena apa ya pa? …hmm walau sudah bisa meyakinkan mas alif dengan penjelasan singkat..sepertinya tetep pengen cari sedikit ulasan yang mungkin bisa mas alif baca-baca nanti.

Kata “Tsunami” merupakan istilah dari bahasa Jepang yang menyatakan suatu gelombang laut akibat adanya pergerakan atau pergeseran di bumi di dasar laut. Gempa ini diikuti oleh perubahan permukaan laut yang mengakibatkan timbulnya penjalaran gelombang air laut secara serentak tersebar ke seluruh penjuru mata angin. Sedangkan pengertian gempa adalah pergeseran lapisan tanah dibawah permukaan bumi. Ketika terjadi pergeseran tersebut timbul getaran yang disebut gelombang seismik dari pusat gempa menjalar ke segala penjuru.
Tinggi gelombang Tsunami disumbernya kurang dari 1 meter. Tapi pada saat menghempas ke pantai tinggi gelombang ini bisa lebih dari 5 meter. Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5 – 4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4-24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Para ilmuwan umumnya mengartikan tsunami dengan “gelombang pasang” (tidal wave) atau dikenal juga dengan sebutan “seismic sea waves” (gelombang laut karena gempa). Kedua sebutan tersebut benar, akan tetapi jika dilihat dari asal bahasanya, bahasa Jepang, “tsunami” mempunyai dua suku kata, “tsu”, artinya “pelabuhan” (harbor), “nami” berarti “gelombang” yang bisa diartikan “ombak besar di pelabuhan”)

Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :
1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.
2. Bau asin yang sangat menyengat.
3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.

Tsunami terjadi jika :
• Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
• Lokasi pusat gempa di laut
• Kedalaman dangkal < 40 Km
• Terjadi deformasi vertikal dasar laut

Potensi Tsunami di Indonesia :
Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng, antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan
• Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempabumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s/d 30 menit
• Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

Penyebab gelombang Tsunami
Gempa bumi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gelombang tsunami. Gempa bumi biasanya terjadi karena adanya pergeseran lempeng yang terdapat di dasar laut. Selain itu, penyebab lainnya adalah meletusnya gunung berapi yang menyebabkan pergerakan air di laut/perairan sekitarnya menjadi sangat tinggi.



perkembangan anak
May 3, 2008, 1:44 am
Filed under: homeschooling | Tags: , ,

Memiliki anak yang lucu dan lincah sangatlah menyenangkan, bukan ? Namun, memiliki anak yang lucu, lincah, cerdas, kreatif dan bahkan jenius, tentu lebih menarik dan membanggakan.
Anak adalah “kekayaan” yang tak ternilai. Anak adalah “investasi” dunia akhirat. Anak adalah amanah bagi orang tua. Tugas orang tua adalah memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Sehingga kelak anak bisa tumbuh dan berkembang, tidak hanya lucu, namun juga cerdas, kreatif dan bahkan jenius.

Sepertinya kita sebagai Orang tua tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan yang ada di sekolah. Demikian juga, orang tua tidak bisa mengandalkan pengetahuan tentang cara mendidik anak dari cara lama, tanpa belajar dan menerapkan metode dan penemuan terbaru.

Anak-anak saya juga belum optimal seperti yang semua harapkan sebagaimana umumnya tertulis di atas. Namun usaha untuk mengembangkan kemampuan anak-anak kita memang harus kita mulai. Kalai ditanya… Siapakah yang paling bertanggung jawab terhadap kecerdasan anaknya ? Apakah sekolah, guru, lingkungan atau pemerintah ? Bukan ! Bukan semuanya. Yang paling bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak Anda adalah Kitta sebagai orang tuanya (Hmm ..saya juga belum merasa optimal sebagai orang tua..tapi saya ingin berusaha). Mengapa demikian ?

Berikut beberapa alasannya
• Orang tua adalah “sekolah” pertama bagi kehidupan anak. Dari orang tuanya anak mendapatkan semua materi pelajaran kehidupan ini, untuk yang pertama kalinya.
• Orang tua adalah yang paling mengetahui anaknya. Karena itulah, ia adalah orang yang paling mengerti bagaimana memaksimalkan pengembangan kecerdasannya
• Anak menghabiskan sebagian besar waktu bersama orang tua. Karena itu, apa yang didapatkan anak dari orang tuanya akan menentukan bagaimana perkembangan kecerdasannya.
• Masa anak adalah masa keemasan bagi perkembangan kecerdasan. Sehingga perlakukan orang tua, sangat menentukan bagaimana tingkat kecerdasannya kelak
• Orang tua adalah pemegang amanah atas anak dari Tuhan. Karena itulah, ia menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas anaknya, termasuk dalam masalah pengembangan kecerdasannya

Nanti saya sampaikan beberapa parameter perkembangan Umur 1 – 2thn, 2 – 3thn, 3 – 4thn dan 4 – 5thn



dedek belajar mind mapping (1)
April 20, 2008, 1:19 pm
Filed under: homeschooling, pengalamanku | Tags: ,

Papa kemarin malem ngajarin aku hal baru. Papa minta aku sediain buku gambar dan pensil. Asyik papa mau ajarin aku gambar. Tapi ternyata papa malah banyak nanya-nanya, meminta aku memikirkan sesuatu..hmm papa ada-ada aja. Aku diminta papa membayangi sesuatu yang terkait dengan gambar yang papa buat di atas buku gambar. Papa memulai menggambar buah apel. Selanjutnya papa banyak tanya-tanya ke aku. hmm aku mencoba menjawab, kadang-kadang papa mmempertanyakan jawabanku, kadang-kadang membenarkan jawabanku dan menggambarkannya ke buku gambarku. Mau tau ngga hasil akhir gambar itu, liat deh di bawah ini. Kata papa aku lagi belajar mind mapping…aku mengangguk angguk pura-pura tau he he he.



konsep mind mapping
April 14, 2008, 12:09 pm
Filed under: homeschooling | Tags:

mind mapping

Tony Buzan, pencipta metode mind map ini, terinspirasi oleh komputer di tahun 1971 yang dilengkapi dengan manual pemakaian hingga ribuan lembar. Dia heran, mengapa otak manusia yang jauh lebih hebat tidak disertai manual penggunaan? Maka dia menciptakan alat mind map sebagai cara memaksimalkan kerja otak.

Prinsipnya sederhana, cukup anda ikuti kemana otak berpikir, apa yang terlintas, apa yang teringat, dan tuliskan di atas kertas dalam bentuk coretan yang berkait-kaitan. Coretan tersebut dimulai dari tengah kertas sebagai pusat, kemudian mengembang keluar ke arah tepi kertas. Inilah konsep radiant thinking.

Mind Map berfungsi sebagai alat bantu untuk memudahkan otak bekerja. Manfaat mind map adalah :
• Mempercepat pembelajaran
• Melihat koneksi antar topik yang berbeda
• Membantu ‘brainstorming’
• Memudahkan ide mengalir
• Melihat gambaran besar
• Memudahkan mengingat
• Menyederhanakan struktur
• dsb

Saya baru mau mencoba menerapkan untuk anak-anak dan saya sendiri. Walau dalam pekerjaan sehari-hari saya sempat menerapkan konsep mind mapping. Terkadang mind map digunakan sebagai coretan awal semua ide yang terlintas saat mengembangkan sebuah topik. Di saat lain, mind map digunakan untuk mempelajari bahan training yang disiapkan oleh tim lain. Terkadang materi itu begitu banyaknya sehingga kalau kita pelajari slide demi slide maka akan kehilangan benang merah dari awal hingga akhir. Terkadang pula memang materi yang dikaji masih berupa bahan mentah yang tak beraturan, sehingga perlu disusun ulang, dibuang, maupun ditambah, sehingga menjadi kesatuan materi yang mengalir. Di sinilah mid map membantu saya menemukan ide utama materi dan menyusun slide dengan benang merah yang sesuai.

Bila Anda sering mengalami pusing karena banyak masalah yang terlintas di kepala, atau banyak ide yang tiba-tiba muncul, atau apapun yang kalau tidak direkam akan membebani otak bawah sadar Anda, maka mind map ini bisa menjadi alat buat menuangkan semua gagasan, pikiran, maupun sampah di kepala tersebut.

Cara membuat mind map sangat gampang :
1. Mulai dengan topik utama – di tengah
2. tulis sub-topik penting
3. tambah dan hubungkan dengan sub-sub-topik
4. Ulangi langkah 2 dan 3 hingga ‘outline’ lengkap

Mind Mapping sebenarnya juga bisa digunakan untuk brainstorming, jembatan diskusi, berbagi ide, bahkan mengerjakan proyek bersama. Anda bisa membuat pemecahan bersama-sama rekan dalam tim (semua ngomong, lalu ada yang menulis di selembar kertas besar), juga bisa menggabungkan mind map dari anggota tim (bikin masing-masing lalu digabungkan), bahkan mind map bisa dipakai sebagai slide presentasi tiap anggota untuk berbagi ide kepada orang lain.

12 April 2008 saya membeli buku “Gembira Belajar Dengan Mind Mapping” tulisan Femi Olivia terbitan Elek Media Komputindo. Nanti kalo saya sudah baca saya coba sharing buat teman-teman.

berikut ebook mind mapping dan contoh-contohnya



beberapa metode homeschooling
April 13, 2008, 2:25 am
Filed under: homeschooling | Tags:

Masih tentang homeschooling… banyak sekali usaha usaha yang dilakukan untuk mewujudkan homeschooling ini. Ada yang membentuk homeschooling berkelompok (komunitas homeschooling) ada pula yang memperjuangkan homeschooling secara pribadi dan memanggil guru privat untuk pelajaran pelajaran tertentu. Para ‘pejuang homeschooling’ memiliki komunitas sendiri yang terkadang bertemu dalam jangka waktu tertentu untuk berdiskusi, tukar info, dll. Setiap homeschooler mempunyai cara masing masing untuk belajar. Ada yang sudah memiliki jadwal teratur, ada pula yang dibiarkan mengalir begitu saja. Kebanyakan merujuk pada metoda homeschooling yang ada di barat.

Dibawah ini ada cerita tentang metoda homeschooling yang saya dapat di internet (salah satunya ada di: http://www.early-years-homeschool.com/homeschool-method.html).

 

Metoda klasik

Cara belajarnya kurang lebih hampir sama dengan cara belajar di sekolah yaitu guru menerangkan, murid mendengar. Pendekatan ini dibuat dengan asumsi anak anak sampai usia 12 tahun belum dapat memahami berbagai macam fakta, tapi mereka perlu diberikan berbagai macam materi tanpa ada paksaan untuk memahaminya. (Setelah usia 12 sampai 15, anak anak dianggap sudah dapat memahami apa yang diberikan dan di atas 15 tahun dianggap mampu menerapkan apa yang telah diketahui).

Metoda Montessorri

Dirumuskan oleh Dr Maria Montessori, orang Itali yang berprofesi sebagai pendidik. Ia dianggap berhasil mendidik anak anak jalanan yang sulit untuk diatur, menjadi anak anak yang berpendidikan.Dalam metoda Montessori, faktor lingkungan dan suasana saat belajar sangat diperhatikan. Anak anak tidak dipaksa untuk belajar, tapi anak anak diajak untuk bersenang senang, bermain dan berhibur dengan mempelajari sesuatu. Setiap anak diperhatikan dan diperlakukan secara khusus sehingga tidak ada ‘proses pendidikan massal’. Setiap individu dihargai perkembangannya, dihargai hasil karyanya. Guru memiliki peran yang cukup besar dalam proses pendidikan karena ia tidak sekadar menjadi orang yang memberi materi, ia harus menguasainya, kalau perlu menjiwainya sehingga semangat dan ruh sang guru yang kuat ini dapat menyebar pada anak anak didiknya. Guru harus melewati masa training yang cukup panjang, memahami apa yang disampaikannya dan menjadi pendamping yang baik untuk anak. Selengkapnya dapat dilihat di: http://www.michaelolaf.com/CWcontents.html

Menurut pandangan saya, perbedaan metoda Montessori denagn metoda klasik adalah, Dr. Montessorri memiliki berbagai pendekatan dalam belajar, tidak sekadar menulis dan mendengar, tapi juga berbuat dan merasakan. Dr, Montesorri sangat memperhatikan lingkunagn dan suasana belajar. Deangn suasana yang menyenangkan, anak anak lebih mudah mempelajari sesuatu dan berkembang. Ia juga menyadari besarnya peran guru dalam proses belajar mengajar.

Metoda Charlotte Mason

Charlotte Maria Shaw Mason adalah pengajar di Inggris yang cukup liberal di zamannya (tahun 1800an) . Ia prihatin denagn pendidikan di Inggris yang ‘feodal’. Waktu itu pendidikan seni hanya diberikan utnuk kalangan menengah ke atas saja. Oleh sebab itu ia adalah salah satu tokoh yang memperjuangkan kesetaraan pendidikan utnuk seluruh kalangan masyarakat. Ia juga menemukan besarnya peranan orang tua dalam mendidik anak anaknya.

Metoda pengajarannya sering dilakukan dalam bentuk narasi. Buku buku pelajaran tidak sekadar memberikan fakta, tapi juga cerita, sehingga ada ‘hal lain’ yang dapat dinikmati pembacanya selain fakta fakta yang ‘kering’. Seperti Montesorri, Mason juga sangat memperhatikan perkembangan anak sehingga materi diberikan disesuaikan denagn kondisi yang dimiliki oleh anak.Mason juga mendidik anak anak agar memiliki kebiasaan kebiasaan baik (habit training) seperti, patuh, jujur, tepat waktu, kebersihan, dll. Ia juga memperhatikan pendidikan ruhani, setiap hari ada alokasi waktu untuk membaca Injil.

Metoda Charles Moore (http://www.moorefoundation.com/index.php)

Metoda belajar Charles Moore lebih fleksibel. Ia menganjurkan anak anak tidak dipaksa untuk belajar terutama untuk anak anak usia di bawah 8 tahun. Ia bahkan tidak meributkan anak anak usia 7 tahun yang belum dapat membaca. Ia beranggapan suasana dan guru yang pengertian sanagt berpengaruh dalam proses belajar. Tidak ada persyaratan yang ketat untuk menjadi seorang guru selama ia memiliki kesungguhan dan perhatian yang besar terhadap anak didiknya. Ada 3 formula yang diberikan pada murid murid yaitu :

1. Belajar

Belajar tidak perlu dipaksakan dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Setiap anak diberi kebebasan untuk mengembangkan minat masing masing karena dengan cara ini mereka lebih cepat berkembang dan termotivasi untuk mengetahui sesuatu lebih jauh. Materi pelajaran yang diberikan tergantung dari usia, terkadang 10 sampai 15 menit sudah cukup, sisanya diserahkan pada anak anak sendiri. Materi pelajaran diseleksi, demikian juga alat peraga dan mainan. Permainan yang pasif atau materi pelajaran yang kaku dan mendikte perlu dihindari.

2. Bekerja

Menurut Moore, setiap anak perlu dibiasakan untuk ‘bekerja’ (atau berbuat?). Contohnya dengan mengerjakan pekerjaan sehari hari di rumah, berjualan kue, menjadi pengasuh anak, dll. Segala pekerjaan yang membangun, melatih keterampilan, keberanian, perlu untuk dibuat. Dari sini mereka belajar langsung tentang manajemen, matematika, ilmu sosial, keterampilan, dll.

3. Pengabdian

Murid dilatih untuk membantu orang di panti asuhan, panti jompo dan membantu menyelesaikan permasalahan di lingkungannya seperti masalah sampah, kesehatan, dll.

Metoda Waldorf (http://www.steiner-australia.org/)

Pendirinya adalah Dr Rudolf Steiner, seniman yang merangkap scientist dari Austria yang diminta utnuk membangun sekolah di pabrik rokok Waldorf Stuttgart, nama sekolahnya Die Freie Waldorfschule. Materi sekolah sangat disesuaikan denagn usia, perkembangan dan individu anak. Tidak ada target yang dipaksakan untuk anak, anak diajak untuk belajar dalam suasana yang menyenangkan. Anak anak yang dibesarkan denagn cara ini mencapai hasil akademik yang baik dan sebagian besar mampu melanjutkan ke jenjang universitas favorit di Australia.

Metoda Unschooling

Intinya tidak terlalu pusing dengan target target fisik seperti yang dilakukan di sekolah biasa.

Metoda campur sari/ eklektik

Metoda yang bebas, tergantung pada sang pendidik.

Dari berbagai metoda yang pernah dibuat, hampir terdapat beberapa kesamaan yaitu:

  • Para pendidik menyadari bahwa mendidik bukan cuma memberikan materi lewat logika, namun juga perlu dilakukan lewat rasa seperti lewat seni, sastra, dll
  • Didikan penuh kasih sayang, suasana yang menyenangkan, lingkungan yang baik, sangat membantu proses belajar anak.


sharing homeschooling
April 13, 2008, 2:21 am
Filed under: homeschooling | Tags:

1. Di Indonesia, kita sudah tahu mengenai keluarga Said Kelana yang menerapkan sistem ini dalam mengajar anak-anaknya (Imaniar dan saudara-saudaranya). Sekarang ini ada juga orang-orang yang menerapkan sistem ini, bahkan mereka punya komunitas sendiri, sering mengadakan pertemuan supaya anak-anak bisa bersosialisasi. Biasanya, sebagian besar orang-orang yang menerapkan sistem homeschooling adalah orang-orang yang pernah lama mengikuti pendidikan di luar negeri (karena kalau mau masuk sekolah di Indonesia biasanya membuat mereka turun kelas/grade).

2. Homeschooling juga kebanyakan dijalankan oleh orangtua yang memiliki anak “special needs”, karena masih jarang sekolah konvensional yang mau dan bisa menerima anak “special needs” (khususnya di Indonesia).

3. Beberapa web tentang homeschooling ini: www.wizziq.com, www.letteroftheweek.com/index.html, atau bisa browsing ke Google sampai ke jurnal-jurnal orangtua yang menerapkan homeschooling ini.

4. Di Amerika, homeschooling ini masih menjadi topik pembahasan seru. Sementara di Indonesia masih menjadi sesuatu yang “aneh” atau masih jarang, bahkan untuk topik diskusi.

5.Salah satu yayasan yang bergerak di bidang homeschooling di Indonesia adalah Yayasan Pengembangan Anak Istimewa INDRIYA, Jl. Dadali no.53, Bogor. tel: 0251 334108, ketuanya: Dr. Pratiwi Sudarmono, webnya: www.indriya-foundation.org

6. Untuk menerapkan homeschooling ini memang diperlukan dedikasi yang luar biasa dari para orangtua dari soal waktu sampai dengan kreatifitas. Bahkan orangtuanya pun ikut belajar lagi. Dana yang dibutuhkan juga relatif besar, mengingat di Indonesia kebutuhan bahan-bahan penunjang metode ini masih “diimpor” dari luar negeri.

7. Salah satu kendala jika mau diterapkan di Indonesia adalah melakukan kesepakatan dengan Depdiknas (untuk bisa ikut ujian dan dapat ijazah). Walaupun ternyata ada juga yang bisa dapat ijazah dari Depdiknas.

8. Kendala lain homeschooling ini adalah sosialisasi. Sehingga masih lebih baik sekolah konvensional, karena dengan begitu anak terasah “life skill” (EQ dan SQ) nya, yang akan menentukan kesuksesan mereka di masa depan. Ada juga yang mengatakan salah satu solusinya adalah mengikutkan diri dalam kegiatan-kegiatan seperti ikut serta dalam kegiatan sosial, kegiatan warga sekitar, dll. Jadi homeschooling tidak berarti terus-menerus berada di rumah.

9. Metode homeschooling ini tidak hanya orangtua yang mengajarkan, ada juga yang memanggil guru untuk mengajar di rumah, dan sebagainya.

10. Sebenarnya tidak ada yang namanya Materi Homeschooling, itu hanya “jualan” saja. Homeschooling berarti tidak pergi ke sekolah dalam arti institusi (sekolah konvensional), materinya adalah yang diajarkan di sekolah konvensional. Tapi ternyata ada juga orangtua yang memilih
materi untuk mengajarkan anak-anaknya. Jadi tidak semua bahan pelajaran diberikan ke anak.

Kesimpulan:
Ide homeschooling ini bagus, dan bisa jadi alternatif pembelajaran bagi anak-anak. Tapi memang sebaiknya anak-anak bersekolah di sekolah konvensional supaya bisa bersosialisasi secara penuh untuk mengasah “life skill” mereka. Untuk saya pribadi, ide ini memacu saya untuk terus-menerus belajar, supaya bisa mendampingi anak (jika sudah sekolah masuk usia sekolah).



mulai homeschooling
April 12, 2008, 6:46 am
Filed under: homeschooling | Tags:

Mulai berfikiran untuk menerapkan metode homeschooling di rumah buat mas dan dedek. Setelah cari sana cari sini dapet literature dari bapak sumardiono. Ada beberapa yang perlu diketahui :

1. Homeschooling itu LEGAL

Homeschooling adalah salah satu model belajar bagi anak-anak. Homeschooling bukan berarti tidak belajar. Sekolah bukan satu-satunya tempat belajar anak dan cara anak untuk mempersiapkan masa depannya.

Di dalam sistem pendidikan Indonesia, keberadaan homeschooling adalah legal. Keberadaan homeschooling memiliki dasar hukum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam UU no 20/2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah disebut jalur pendidikan formal, homeschooling disebut jalur pendidikan informal. Siswa homeschooling dapat memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi manapun jika menghendakinya.

2. Apa alasan Anda memilih Homeschooling?

Banyak alasan orang tua memilih homeschooling. Secara general, alasan utama orang memilih homeschooling adalah tidak puas dengan model sekolah umum dan ingin memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak. Selain itu, ada yang melakukan homeschooling karena ada kebutuhan khusus pada anak; misalnya autis, anak-fokus, berbakat, dsb.

Identifikasi alasan Anda sendiri untuk memilih homeschooling agar Anda dapat menentukan solusi yang tepat untuk model homeschooling Anda. Identifikasi juga kendala atau concern Anda mengenai homeschooling untuk Anda cari jawabannya. Pertanyaan yang sering muncul diantaranya: apakah saya bisa, kami orang tua yang bekerja, saya tidak pandai, saya tidak sabaran, apakah saya harus mengajar sendiri semuanya?

Jika Anda memang ingin melakukan homeschooling, ujilah seberapa jauh komitmen Anda terhadap homeschooling putera-puteri Anda. Bagaimana Anda menempatkan homeschooling dalam prioritas pribadi dan keluarga Anda? Berapa banyak waktu Anda yang dapat Anda sediakan untuk homeschooling?

Homeschooling adalah sebuah proses yang dapat dilakukan oleh orang tua manapun yang mencintai dan berdedikasi pada puteri-puterinya. Apapun latar belakang pendidikan atau pekerjaan Anda, tidak menghalangi Anda untuk melakukan homeschooling. Yang diperlukan adalah komitmen, kesediaan belajar, dan bekerja keras. Homeschooling memang bukan sebuah hal yang mudah, tetapi homeschooling dapat dijalankan karena sudah jutaan orang tua yang mempraktekkannya.

It works and it’s worthed. Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas.

Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas.

Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas.

 

3. Cari informasi sebanyak-banyaknya.

Cari informasi untuk menjawab pertanyaan dan concern pribadi Anda.

Di Internet tersedia banyak sekali informasi mengenai homeschooling di seluruh. Carilah menggunakan Yahoo atau Google dengan kata kunci “homeschooling”, maka Anda akan mendapatkan banyak sekali link mengenai homeschooling di berbagai penjuru dunia. Untuk informasi mengenai homeschooling di Indonesia, Anda dapat mencari di mesin pencari dengan kata kunci “homeschooling Indonesia”. Dari waktu ke waktu semakin banyak informasi dan websites mengenai praktek homeschooling di Indonesia.

Selain itu, bacalah artikel atau buku-buku mengenai homeschooling. Salah satu buku yang sangat membantu kami memahami homeschooling adalah “The Complete Idiot Book to Homeschooling”. Buku itu menjelaskan mengenai homeschooling dengan bahasa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti.

Hadirilah seminar homeschooling dan berbincanglah dengan orang tua yang sudah mempraktekkan homeschooling bagi putera-puterinya. Seperti yang Anda ketahui, setiap keluarga menjalankan homeschooling dengan cara yang berbeda-beda. Dengan banyak belajar dan menyimak, Anda akan mendapatkan perbandingan untuk rancangan homeschooling yang sesuai bagi putera-puteri Anda dan keadaan keluarga Anda.

4. Memilih metoda Homeschooling

Banyak metoda pendidikan yang dapat diterapkan untuk homeschooling. Pilihlah yang sesuai dengan gaya anak-anak Anda belajar.

Metode homeschooling sangat beragam: mulai yang sangat tidak terstruktur (unschooling) hingga yang sangat terstruktur (school at-home). Unschooling adalah membiarkan anak-anak belajar apa saja sesuai minatnya dan orang tua tinggal memfasilitasinya. School at-home adalah model belajar seperti sekolah reguler, dengan menggunakan buku pegangan seperti sekolah, hanya saja belajarnya di rumah.

Diantara dua metode itu ada banyak sekali metode belajar yang dapat diterapkan dalam homeschooling, misalnya: montessori, waldorf, unit studies, …

Secara ringkas, Anda dapat membacanya di sini. Atau, kunjungi situs-situs metode belajar yang ingin Anda ketahui.

5. Memilih Kurikulum dan Materi Ajar

Departemen Pendidikan Nasional RI telah mengembangkan kurikulum yang dapat Anda download dengan cuma-cuma www.puskur.net. Jika Anda ingin mengikuti ujian kesetaraan, perhatikan kurikulum itu untuk mengetahui sasaran pendidikan yang harus dicapai putera-puteri Anda.

Jika Anda ingin menggunakan kurikulum lain selain yang dikembangkan Depdiknas, itu adalah hak Anda sepenuhnya untuk memberikan yang terbaik bagi putera-puteri Anda. Pada umumnya, orang tua homeschooling memilih dan menggabungkan bermacam kurikulum sesuai dengan kebutuhannya. Di luar negeri, tersedia banyak kurikulum yang dapat Anda download secara gratis.

Untuk bahan ajar, Anda dapat menggunakan materi yang sudah Anda miliki, dari toko buku, atau hasil kreativitas Anda. Ide-ide materi pengajaran juga tersedia sangat berlimpah di Internet dan dapat Anda peroleh secara gratis maupun berbayar.

6. Bentuk Komunitas Pendukung

Salah satu prinsip homeschooling adalah memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitar kita (belajar apa saja, di mana saja, bersama siapa saja, kapan saja). Salah satu sumber daya yang harus kita manfaatkan adalah keluarga. Sebarkan rencana Anda mengenai homeschooling pada orang tua, mertua, dan keluarga terdekat sehingga mereka tidak menjadi perintang, tetapi justru menjadi pendukung dan sumber belajar (resource person) bagi putera-puteri Anda.

Jika ada Komunitas Homeschooling di sekitar Anda, bergabunglah agar Anda dapat bertukar pengalaman dan saling berbagi materi belajar yang dimiliki. Jika di sekitar Anda masih belum ada Komunitas Homeschooling, jadikan diri Anda sebagai pionir bagi homeschooler di sekitar Anda. Semakin banyak teman untuk saling berkaca dan semakin banyak pengalaman untuk berbagi, semakin mudah homescholing dijalankan.

7. Just start it

Jika Anda sudah mantap menempuh homeschooling, mulailah mempraktekkannya untuk putera-puteri Anda. Jangan menunggu segala sesuatu sempurna dan ideal. Yang terpenting adalah memulainya dan Anda memang berkomitmen menjalankannya.

Ketika mempraktekkan sebuah metode tertentu untuk putera-puteri Anda, jangan mudah menyerah kalau metode itu tak bekerja baik bagi Anda dan putera-puteri Anda. Ingatlah bahwa setiap anak dilahirkan spesial, mereka mempunyai kelebihan & kekurangan masing-masing. Kakak beradik saja seringkali memiliki sifat dan gaya belajar yang berbeda.

Lenturkan diri Anda sampai Anda menemukan metode yang paling sesuai. Jangan merasa enggan untuk berubah atau mencoba, karena homeschooling memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk menemukan dan memilih hal-hal yang paling sesuai bagi putera-puteri Anda dan Anda sendiri. Itulah asyiknya homeschooling.