Alifdankayla’s Weblog


SHIGELLOSIS | penyakit usus besar
March 27, 2008, 2:08 am
Filed under: |kesehatan
Shigellosis Tersebar diseluruh dunia dipekirakan menyebabkan sekitar 600.000 kematian per tahun diseluruh dunia. Dua per tiga kasus dan yang kebanyakan meninggal adalah anak-anak umur erjadi pada bayi berusia dibawah 6 bulan. Rata-rata serangan kedua pada anggota keluarga mencapai diatas 40%. Wabah umumnya terjadi pada kelompok homoseksual; pada kondisi “crowding”; ditempat-tempat dimana sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan rendah seperti di penjara, tempat penitipan anak, panti asuhan, rumah sakit jiwa dan pada tempat pengungsi yang padat. Shigellosis endemis pada daerah iklim tropis maupun iklim sedang, kasus-kasus yang dilaporkan hanyalah sebagian kecil saja dari kasus, yang sebenarnya terjadi. Lebih dari satu sero tipe ditemukan dimasyarakat; infeksi campuran dengan patogen lain sering terjadi. Pada umumnya S. flexneri, S.Boydii dan S. dysenteriae paling banyak ditemukan dinegara berkembang sebaliknya S. sonnei paling sering ditemukan dan S. dysenteriae paling sedikit ditemukan di negara maju. Shigella yang resisten terhadap multiantibiotik (seperti S. dysenteriae 1) ditemukan di seluruh dunia dan sebagai akibat pemakaian antibiotika yang tidak rasional2.

Shigellosis adalah penyakit akut yang menyerang usus besar dan bagian distal usus halus ditandai dengan gejala muntah, nyeri usus, keram, tenesmus disertai demam pada kasus tertentu kotoran mengandung darah dan lendir (disenteri) sebagai akibat adanya ulcerasi pada mukosa usus. Gejalanya mulai 1-7 hari atau 1-3 hari setelah terkena dan biasanya berlangsung 4-7 hari tapi ada kalanya lebih lama. Pada beberapa orang, terutama anak kecil dan orang tua, disentri dapat berbahaya, pada kasus ini pasien harus dibawa ke Rumah Sakit. Pada infeksi berat dengan demam tinggi yaitu mencapai empat puluh derajat celcius, juga dapat menyerang anak dengan usia di bawah 5 tahun.Pada beberapa orang yang terinfeksi shigella, mereka dapat juga tidak menimbulkan gejala-gejala tersebut, tetapi mereka dapat menularkan bakteri shigella kepada orang lain. Berat ringannya penyakit dan “case fatality rate” tergantung dari fungsi dari inang (umur dan status gizi dari inang) serta sero tipe dari shigella. Shigella Dysenteriae 1 (shiga bacillus) dapat menyebabkan penyakit serius dan komplikasi berat seperti toksix megakolon dan sindroma uremia hemolitik. Sebaliknya infeksi oleh S. Sonnei menimbulkan penyakit dengan gejala klinik yang pendek dan hampair tidak dan kematian kecuali pada orang dengan masalah kekebalan tubuh. Strain tertentu dari S. flexnery dapat menyebabkan Reactive arthropathy (sindroma Reiter) khususnya pada orang yang secara genetis mempunyai antigen HLA-B275.

Penyebab penyakit ini adalah genus shigella, Shigella adalah genus bakteri gram negatif ,fakultatif anaerobik berbentuk batang dari famili Enterobakteriaceae,terdiri dari bacillus nonmotil yang tidak dapat menggunakan sitrat sebagai sumber karbon tunggal dan yang melakukan fermentasi karbohidrat dengan asam namun tidak menghasilkan gas.Genus Shigella terdiri atas empat spesies yaitu, Shigella Dysentriae, Shigella Flexneri, Shigella Boydii dan Shigella Sonnei. Shigellosis disebut juga Disentri basilar . Disentri sendiri artinya salah satu dari berbagai gangguan yang ditandai dengan peradangan usus , terutama kolon dan disertai nyeri perut , tenesmus dan buang air besar yang sering mengandung darah dan lendir . Shigellosis di tularkan antara sesama manusia dari kotoran ke mulut, lewat hubungan langsung maupun tidak langsung dengan kotoran5.

Biasanya terjadi jika tidak bersih mencuci tangan sesudah ke WC, suatu tempat kurang air, dapat pula akibat dari hubungan kelamin, juga dapat dari makanan yang dicemari bakteri yang dibawa oleh lalat, menggunakan botol susu pada anak kecil karena botol susu susah dibersihkan sehingga memudahkan pencernakan oleh Kuman, Menyimpan makanan masak pada suhu kamar sehingga makanan akan tercemar dan kuman akan berkembang biak1.

Tingkat virulensi spesik dari plasmid sangat menentukan tingkat kemampuan invasif dari shigella. Dosis yang diperlukan untuk menimbulkan kesakitan pada manusia cukup rendah yaitu 10-100 bakteri. Setiap orang rentan terhadap infeksi, dengan menelan organisme dalam jumlah kecil orang sudah bisa sakit; pada daerah endemis lebih sering anak-anak yang diserang dibandingkan dengan orang dewasa, diantara mereka yang terinfeksi banyak yang tanpa gejala. Orang tua dan mereka dengan debilitas, dan mereka dengan gizi kurang cenderung untuk menderita panyakit berat dan kematian. Pemberian makanan tambahan memberikan proteksi kepada bayi dan anak-anak. Dari hasil penelitian eksperimental pemberian vaksin hanya memberi perlindungan jangka pendek (satu tahun).Masa penularan penularan berlangsung selama masa akut sampai dengan organisme tidak ditemukan lagi dalm tinja feces, biasanya sampai dengan 4 minggu setelah sakit2.

Diagnosa shigellosis dapat dilakukan dengan melakukan pemisahan kuman shigella dari contoh kotoran. infeksi biasanya tergabung dengan ditemukannya leukosit dalam jumlah yang sangat banyak dalam tinja dengan pemeriksaan mikroskopis dari spesimen yang dicat dengan metilin blue atau gram stain. Diagnosa bakteri dibuat dengan cara isolasi dari Shigella yang berasal dari tinja atau apus dubur. Pemeriksaan laboratorium yang cepat dan tepat dengan menggunakan media yang tepat (ada dua jenis media yaitu low selectivity – Mac Conkey agar dan satu lagi adalah high selectivity-XLD atau S/S agar) akan meningkatkan kecermatan isolasi Shigella5.

Pada infeksi ringan umumnya dapat sembuh sendiri, penyakit akan sembuh pada 4-7 hari. Minum lebih banyak cairan untuk menghindarkan kehabisan cairan, jika pasien sudah pada tahap dehidrasi maka dapat diatasi dengan Rehidrasi Oral . Pada pasien dengan diare berat disertai dehidrasi dan pasien yang muntah berlebihan sehingga tidak dapat dilakukan Rehidrasi Oral maka harus dilakukan Rehidrasi Intravena . umumnya pada anak kecil terutama bayi lebih rentan kehabisan cairan jika diare. Untuk infeksi berat shigella dapat diobati dengan menggunakan antibiotika termasuk ampicilin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan ciprofloxacin. Namun, beberapa shigella telah menjadi kebal terhadap antibiotika, ini terjadi karena penggunaan antibiotika yang sedikit-sedikit untuk melawan shigellosis ringan 5.

Pencegahan

Instansi bersangkutan dapat melakukan suatu upaya terorganisir dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat4.
· Mencuci tangan dengan sabun atau sejenisnya secara teratur dan teliti, terutama setelah dari WC, setelah mengganti popok, dan sebelum mempersiapkan makanan atau minuman3,
· Teliti mencuci sayur dan buah yang akan dimakan mentah4,
· Membuang kotoran dari popok sebagaimana mestinya3,
· Orang yang sakit karena shigellosis sebaiknya tidak menyiapkan makanan,Orang yang sakit karena shigellosis sebaiknya tidak beraktifitas di tempat umum.
· Lakukan investigasi terhadap makanan, air susu yang mungkin tercemar dan terapkan prinsip-prinsip umum dari sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan2.

Cara-cara pemberantasan

Mengingat masalah Shigellosis sangat berbeda satu sama lain maka Dinas Kesehatan setempat harus melakukan evaluasi terhadap situasi lokal dan melakukan langkah yang tepat, guna mencegah penyebaran penyakit ini. Tidaklah mungkin satu tindakan spesifik tertentu dapat diterapkan pada semua situasi. Secara umum upaya pencegahan yang perlu dilakukan adalah meningkatkan higiene dan sanitasi, namun hal tersebut sulit diterapkan karena masalah biaya. Dinas Kesehatan dapat melakukan suatu upaya terorganisir dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun dan air, sebagai cara yang memegang peranan sangat penting terhadap penurunan tingkat penularan. Yang mempunyai potensi CFR tinggi adalah infeksi oleh S. dysenteriae 1 yang resisten terhadap antibiotik. Tindakan untuk mengatasi infeksi oleh S. dysenteriae 1 sama dengan tindakan yang dilakukan terhadap demam tifoid yaitu menemukan sumber infeksi. Namun pendekatan ini tidak tepat jika diterapkan pada infeksi S. sonnei yang terjadi didalam rumah. Penularan common source melalui makanan dan air membutuhkan tindakan investigasi yang cepat dan tepat dan intervensi segera dilakukan tanpa harus menunggu hasil spesies apa penyebabnya. Wabah yang terjadi di insitusi memerlukan cara tertentu untuk mengatasinya termasuk memisahkan penderita dengan orang sehat dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap kebiasaan cuci tangan serta melakukan kultur secara berulang terhadap spesimen yang diambil dari pasien dan pengunjung. Wabah yang paling sulit diberantas adalah: kalau terjadi pada kelompok anak-anak; atau kalau terjadi pada kelompok retardasi mental; dan di daerah sulit air2.

cuplikan dari tulisan dadang erianto

1 Comment so far
Leave a comment

mau tanya.kalo trlalu sering minum dulcolax atw obat pelancar sehingga menimbulkan nyeri di usus besar yg dampak berlangsung lama (walau sudah berhenti minum itu),apa bisa disebut penyakit shigellosis?

Comment by dila




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: